Baru Terkuak Alasan Ibu Tega Habisi Nyawa 3 Anaknya, Pelaku Belum Jadi Tersangka Gara-gara Ini

 ibubaubadugkfkakfafa.jpg

Tribun Jateng
Ibu di Brebes tega habisi nyawa tiga anaknya secara sadis, Minggu (20/3/2022)

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang ibu muda di Brebes tega melampiaskannya kepada ketiga anak kandungnya yang masih kecil.

Ibu muda bernama Kanti Umi ini mencoba menghabisi nyawa 3 anak kandungnya yang masih kecil.

Aksi nekat ibu muda bernama Kanti Umi ini dilakukan di rumahnya, di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (20/3/2022).

Akibat penganiayaan tersebut, anak perempuan pelaku yang berinisial AR (7) tewas di tempat.

Akan tetapi saat diperiksa, pelaku masih belum stabil dan jawabannya melantur.

Oleh karena itu, polisi belum bisa menetapkan pelaku dengan status tersangka.

Penampakan Ibu muda Brebes saat ditahan di penjara usai membunuh tiga anak kandungnya sekaligus, Minggu (20/3/2022)
Penampakan Ibu muda Brebes saat ditahan di penjara usai membunuh tiga anak kandungnya sekaligus, Minggu (20/3/2022) (kolase Tribun Jateng dan Instagram)

“Saat ini kejiwaan pelaku masih dilakukan oberservasi di RSUD dr Soeselo, Slawi, selama 7-14 hari. Sehingga nantinya kita tahu yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau sehat," ujarnya.

Jika terbukti dalam keadaan sehat melakukan aksi kejinya, maka ibu muda itu terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Apabila terbukti dalam keadaan sehat, maka akan diancam dengan UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," ungkap Faisal.

Ibu muda itu tempak seperti ketakutan, saat melihat teralis-teralis besi yang mengurungnya.

Dalam sebuah rekaman video, Kanti Umi membuat pengakuan mengejutkan usai membunuh anaknya. 

Kepada polisi, ibu tiga anak itu berkali-kali menyebut dirinya bukan orang gila.

Tak hanya itu, Kanti Umi pun mengungkapkan pengakuan terkait kehidupannya se masa kecil.

Diungkapkan pelaku, saat masih kecil, ia mengalami trauma mendalam dan masih membekas.

Kanti Umi menyebut, saat masih kecil dirinya dikurung oleh keluarganya.

"Saya enggak gila. Saya dari kecil udah dikurung," ujar Kanti Umi, dikutip TribunnewsBogor.com dari Instagram memomedos.

Trauma masa kecil ibu muda di Brebes, dilampiaskan ke 3 anak kandung, satu putri tewas
Trauma masa kecil ibu muda di Brebes, dilampiaskan ke 3 anak kandung, satu putri tewas (kolase Instagram memomedsos/tribunjateng)

"Dikurung sama siapa ?" tanya polisi.

"Semuanya, sama ibu saya," akui Kanti Umi.

tiga anaknya secara sadis, Minggu (20/3/2022)

Akan tetapi, nasib baik rupanya tak menghampiri keluarga kecilnya.

Sang suami, justru di-PHK dan kini sedang menganggur.

Akibat hal tersebut, kini Kanti Umi harus menjadi tulang punggung menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil.

"Saya enggak gila Pak. Saya pengin disayang sama suami. Tapi suami saya sering nganggur, saya enggak sanggup kalau kontrak kerjanya habis lagi," kata Kanti Umi seraya hendak menangis.

Melihat nasib miris tersebut, Kanti Umi mengaku cemas jika anak-anaknya dibentak oleh ayah mertuanya, Amin.

Ia pun merasa harus menyelamatkan anak-anaknya dari kejahatan keluarga.

"Saya mau menyelamatkan anak saya. Amin bapaknya suami saya. Saya cuma mau taubat, sebelum saya mati, saya cuma mau menyelamatkan anak-anak biar enggak dibentak-bentak," ungkap Kanti Umi.

"Mendingan mati aja, enggak perlu ngerasain sedih. Harus mati biar enggak sakit kayak saya, dari kecil saya memendam puluhan tahun," sambungnya.

Salah satu warga menunjukkan bercak darah yang masih terlihat jelas di depan rumah pelaku pembunuhan yang merupakan ibu kandung kepada anaknya yang masih berusia 7 tahun. Berlokasi di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Minggu (20/3/2022).
Salah satu warga menunjukkan bercak darah yang masih terlihat jelas di depan rumah pelaku pembunuhan yang merupakan ibu kandung kepada anaknya yang masih berusia 7 tahun. Berlokasi di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Minggu (20/3/2022). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Tetangga korban, Iwan mengaku mendengar suara keributan pada Minggu (20/3/2022) waktu Subuh sekira pukul 05.00 WIB.

Ketika mendekat ke rumah pelaku, Iwan lantas mendengar jeritan minta tolong dari salah seorang anak pelaku.

"Pas habis narik motor, saya dengar kegaduhan di rumahnya mbak Umi. Saya dengar keributan, dari dalam teriakan minta tolong dari anak yang selamat luka-luka," ungkap Iwan, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube iNews TV.

Saat mencoba menyelamatkan korban, rumah tersebut dalam keadaan terkunci.

Alhasil, Iwan pun mendobrak pintu rumah Kanti Umi.

Betapa terkejutnya Iwan, saat melihat 3 anak Kanti Umi sudah bersimbah darah.

"Pas abis didobrak, saya terkejut lihat bersimbah darah. Yang anak pertama teriak minta tolong 'pak, tolong pak'. Posisi yang satu masih kuat berdiri, kalau yang dua udah terlentang," ungkap Iwan.

Mengetahui aksinya ketahuan, Kanti Umi justru mengusir sang tetangga sambil teriak kencang.

"Terus pelakunya teriak 'ada setan', 'ada setan', sambil keluar terus dorong saya," ungkap Iwan.

Baru Terkuak Alasan Ibu Tega Habisi Nyawa 3 Anaknya, Pelaku Belum Jadi Tersangka Gara-gara Ini

Penulis: Uyun | Editor: khairunnisa
zoom-in
ibubaubadugkfkakfafa.jpg
Tribun Jateng
Ibu di Brebes tega habisi nyawa tiga anaknya secara sadis, Minggu (20/3/2022)

Akan tetapi, nasib baik rupanya tak menghampiri keluarga kecilnya.

Sang suami, justru di-PHK dan kini sedang menganggur.

Baca juga: FAKTA Baru Ibu Muda yang Bunuh Anak Kandungnya, Ngaku Depresi Usahanya Bangkrut, Suami Enak-enakan

Akibat hal tersebut, kini Kanti Umi harus menjadi tulang punggung menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil.

"Saya enggak gila Pak. Saya pengin disayang sama suami. Tapi suami saya sering nganggur, saya enggak sanggup kalau kontrak kerjanya habis lagi," kata Kanti Umi seraya hendak menangis.

Melihat nasib miris tersebut, Kanti Umi mengaku cemas jika anak-anaknya dibentak oleh ayah mertuanya, Amin.

Ia pun merasa harus menyelamatkan anak-anaknya dari kejahatan keluarga.

"Saya mau menyelamatkan anak saya. Amin bapaknya suami saya. Saya cuma mau taubat, sebelum saya mati, saya cuma mau menyelamatkan anak-anak biar enggak dibentak-bentak," ungkap Kanti Umi.

"Mendingan mati aja, enggak perlu ngerasain sedih. Harus mati biar enggak sakit kayak saya, dari kecil saya memendam puluhan tahun," sambungnya.

Salah satu warga menunjukkan bercak darah yang masih terlihat jelas di depan rumah pelaku pembunuhan yang merupakan ibu kandung kepada anaknya yang masih berusia 7 tahun. Berlokasi di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Minggu (20/3/2022).
Salah satu warga menunjukkan bercak darah yang masih terlihat jelas di depan rumah pelaku pembunuhan yang merupakan ibu kandung kepada anaknya yang masih berusia 7 tahun. Berlokasi di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Minggu (20/3/2022). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Kronologi Kejadian

Tetangga korban, Iwan mengaku mendengar suara keributan pada Minggu (20/3/2022) waktu Subuh sekira pukul 05.00 WIB.

Ketika mendekat ke rumah pelaku, Iwan lantas mendengar jeritan minta tolong dari salah seorang anak pelaku.

"Pas habis narik motor, saya dengar kegaduhan di rumahnya mbak Umi. Saya dengar keributan, dari dalam teriakan minta tolong dari anak yang selamat luka-luka," ungkap Iwan, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube iNews TV.

Saat mencoba menyelamatkan korban, rumah tersebut dalam keadaan terkunci.

Alhasil, Iwan pun mendobrak pintu rumah Kanti Umi.

Betapa terkejutnya Iwan, saat melihat 3 anak Kanti Umi sudah bersimbah darah.

"Pas abis didobrak, saya terkejut lihat bersimbah darah. Yang anak pertama teriak minta tolong 'pak, tolong pak'. Posisi yang satu masih kuat berdiri, kalau yang dua udah terlentang," ungkap Iwan.

Mengetahui aksinya ketahuan, Kanti Umi justru mengusir sang tetangga sambil teriak kencang.

"Terus pelakunya teriak 'ada setan', 'ada setan', sambil keluar terus dorong saya," ungkap Iwan.

Baca juga: Kabar Terkini 2 Bocah Nyaris Meregang Nyawa Gara-gara Ulah Ibu Kandung, Dapat Bantuan dari Sosok Ini

Tetangga lainnya, Novi (42) mengatakan, Kanti Utami menganiaya tiga anaknya menggunakan senjata tajam.

Saat ditemukan ketiga anaknya terbaring dan tergeletak di kamar dengan kondisi luka-luka.  ⁣

"Warga kemudian mendobrak pintu kamar dan menemukan 3 anaknya mengalami luka-luka serius," kata Novi, dikutip dari TribunJateng, Minggu (20/3/2022).⁣

Sedangkan anak kedua berusia tujuh tahun tewas lantaran lehernya digorok hampir putus oleh ibu kandungnya sendiri. ⁣

Sedangkan kedua anak lainnya yang pertama dan ketiga selamat. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Foto Asli Pelaku KKN Di Desa Penari Ramai Di Media Sosial, Apakah Benar Mereka?

Thailand Bagikan 1 Juta Bibit Ganja Gratis ke Penduduk

Yang Punya Asli Sultan, Inilah Deretan Pelat Nomor Termahal di Dunia, yang Termurah Tembus Rp 6 M